
Sudah menjadi budaya dikalangan pilot, bahwa untuk mencapai level master, harus menerbangkan pesawat hingga 10.000 jam terbang. Istilah itu bocor ke masyarakat luas dan menjadi bahasa orang awam untuk menggambarkan level pengalaman seorang dalam menekuni suatu profesi.
Jam terbang adalah bahasa yang sangat tepat yang bisa kita jadikan barometer seberapa berpengalaman seorang dalam melakukan suatu pekerjaan. Dan itu juga menjadi petunjuk, betapa jam terbang adalah penting untuk membangun kompetensi yang konsisten. Orang sukses juga tak luput dari istilah ini. Kita ambil contoh pembicara.
"Seorang public speaking, belum dibilang master kalau belum mencapai 10.000 jam terbang berbicara didepan umum. Entah membawakan suatu materi, talk show di tv atau menjadi pembicara didepan ribuan orang. Para public speaking kini berlomba-lomba untuk menghitung setiap kali mereka menjadi pembicara public" ujar Alvi Hadi Sugondo
Jika dalam sebulan mereka rata-rata diundang sebanyak 4 kali jadi pembicara, dan setiap acara memakan waktu selama 4 jam, maka dalam setahun sudah mendapat skor 4 jam x 4 event x 12 bulan = 192 jam terbang dalam setahun. Untuk mencapai master, si pembicara itu setidaknya harus 9.808 jam lagi atau 817 bulan lagi untuk mencapai level master.
Kalau dibagi 12 bulan, maka 817 bulan itu jatuhnya adalah 68 tahun lagi baru mencapai level master. Itu kalau dalam sebluan 4 kali jadi pembicara, kalau 10 kali maka jatuhnya tinggal 81 tahun. Jika 10.000 jam terbang terlalu lama, 1000 jam terbang juga sudah bagus. Inilah kekuatan dari jam terbang. Begitu pula dengan dokter operasi. Mereka yang sudah mencapai ketinggian 1000 - 10.000 jam terbang akan sangat terlatih dan konsisten berhasil dalam menjalankan tugas operasi pada pasien.
Dan ini menekan angka kesalahan seminimal mungkin, bahkan kurang dari 1%. Sebaliknya, jika seorang pilot baru belajar menerbangkan pesawat, maka pihak maskapai penerbangana atau sekolah penerbangan tak akan menyuruh mereka untuk menjalankan pesawat sungguhan, melainkan pesawat stimulator.
"Pesawat stimulator itu berfungsi untuk melatih tingkat reflex dari pilot yunior itu hingga mencapai 99% mahir. Dan ketika sudah sangat mahir, maka mereka diperbolehkan menerbangkan pesawat dummy, tapi dipandu dengan seorang instruktur perpengalaman. Begitulah proses belajar pilot dari tahap pemula hingga mahir" ujar Alvi Hadi Sugondo
Lalu apa hubungannya dengan pebisnis? Sangat erat. Kita analogikan bahwa bisnis adalah pesawat. Dan anda pasti sudah bisa mengembangkan sendiri analogi ini. Jadi, kunci sukses menjadi pebisnis sukses adalah TINGKATKAN TERUS JAM TERBANG ANDA SELAMA MEMBANGUN BISNIS.
Tapi, untuk tahap awal, jangan gunakan bisnis sendiri tapi gunakan bisnis orang lain. Atau bekerjalah membantu orang untuk mengembangkan bisnis mereka. Dan level anda harus sudah DIREKTUR atau General Manager (GM).
Bagaimana kalau jabatannya masih dibawah direktur atau GM? Saran saya, buat konsep bisnis yang brillian dan tawarkan kepada investor yang anda kenal. Sebisa mungkin, bangun persahabatan dengan para pemilik modal agar mendapat kepercayaan.
Mungkin sekian dulu sharing kami untuk membangun jam terbang untuk mencapai level master di segala bidang, semoga memberi inspirasi. Terimakasih atas kunjungan anda, dan nantikan sharing saya yang lain. Semoga berguna.


Jam terbang memang dahsyat ! ayo kita hitung jam terbang kita pada profesi yang kita pilih ! jadilah the master !
BalasHapus