Pola pikir pengusaha menjadi kompas
penentu arah, kemana bisnis hendak melangkah. Walau pun strategi bisnis anda
bagus, tim anda solid dan capital bisnis berlimpah, tapi jika salah arah dalam
melangkah, tetap saja bisnis tak mengalami kemajuan yang diharapkan.
Kedengarannya sederhana, ah Cuma pola
pikir. Tapi jika salah men setting dari awal, maka perjalanan bisnis anda akan
tersesat, semakin jauh dari rencana awal. Kecuali jika anda saat pertama
membangun bisnis belum ada rencana, maka tersesat pun bukan masalah bukan?
Bagaimana cara membangun pola pikir
menjadi pemilik bisnis yang berpotensi sukses?
Belajar dari para pebisnis sukses,
ternyata ada benang merah yang membedakan antara pengusaha sukses satu dengan
pengusaha sukses yang lain. Apa perbedaan yang paling signifikan tersebut?
Jawabnya adalah pola pikir ( mind set).
Pola pikir pengusaha sukses sangat
berbeda dengan pola pikir pemilik usaha, terlepas dari seberapa besar ukuran
bisnis mereka. Pola pikir pemilik bisnis masih sibuk mengejar profit bulanan
untuk bisa bertahan. Sementara pola pikir pebisnis sukses, selain mengejar
profit mereka juga membangun asset.
Aset disini memiliki arti yang
sangat luas. Termasuk membangun visi dan misi perusahaan merupakan asset intangible yang maha penting. Kelihatannya sangat sederhana, Cuma visi dan misi
saja. Tapi inilah yang membedakan mana pemilik bisnis yang on the track dan
mana out of the track terhadap tujuan utama mereka membangun bisnis.
Pola pikir adalah arah kemana kaki
melangkah. Bayangkan, jika bisnis adalah mobil yang bergerak, maka pola pikir
adalah kompasnya. Tentu kompas akan berguna jika kita memiliki tujuan yang
jelas (visi), sementara rutenya itu adalah misi yang harus dijalankan setiap
waktu. Jadi visi dan misi itu seperti tujuan dibisnis dan jalan yang digunakan
bisnis untuk beroperasi. Sementara mind set adalah kompas yang sangat bisa
diandalkan agar tidak salah arah.
Jadi, betapa powerfull arti kompas
bagi pemilik bisnis. Bahkan ketika baru memulai bisnis, kompas harus selalu
dibawa, agar tidak tersesat saat menjalankan bisnis. Jika tersesat, anda tidak
hanya rugi waktu, tapi juga rugi biaya dan rugi emosional.
Pola pikir seharusnya menjadi
kebiasaan hidup seumur hidup yang harus dipatuhi pelaksanaannya. Sebagai calon pemilik
bisnis sukses, anda harus paham, bahwa membangun bisnis itu tak sebatas seni
dan pengetahuan untuk menumpuk profit sebanyak mungkin, tapi hakekatnya adalah
membantu secara professional masyarakat luas agar mereka terpenuhi kebutuhannya
dengan hasil yang diharapkan.
Jika pengusaha hanya focus hanya
mencari profit dalam menjalankan bisnis, apa artinya dengan karyawan? Anda
sebagai pemilik bisnis bekerja, karyawan anda juga bekerja. Apa yang membedakan
anda dengan karyawan anda?
Jawabnya adalah mind set. Jelas
mind set pemilik bisnis dengan mindset karyawan ibarat bumi dan langit. Pebisnis
punya cara pandang jangka panjang, sementara karyawan hanya jangka pendek.
Pebisnis memiliki cara pandang
menciptakan peluang dan kebutuhan, sementara karyawan bekerja semaksimal
mungkin untuk mengharapkan gaji bulanan dan tunjangan lainnya. Dan banyak lagi
perbedaan antara pemilik bisnis dengan karyawan, dari sisi cara pandang.
Mari perbaiki cara pandangn
entrepreneur kita agar tidak tersesat dijalan yang salah. Bahwa, satu-satunya
alasan mengapa kita ingin mandiri adalah karena lebih punya banyak waktu untuk
mencari tahu kebutuhan masyarakat lalu memenuhi dengan sebaik-baiknya.
Semoga apa yang sudah anda bangun
selama bertahun-tahun membuahkan hasil. Dan semoga anda mengakhiri bisnis ini
dengan warisan bisnis auto pilot. Tanpa anda, bisnis tetap jalan dan selalu
menguntungkan setiap hari. Bravo pengusaha !



0 komentar:
Posting Komentar